Jumat, 15 April 2016
Makalah ekonomi mikro kenaikan harga bahan pokok
Contoh Makalah Ekonomi Mikro Kenaikan Harga Bahan Pokok
Posted: 14 Mei 2015 in Contoh Makalah
“Observasi Ekonomi Mikro Tentang Kenaikan Harga Bahan Pokok Buah-buahan Yang Berada di Lingkungan Pasar Kuningan Jawa Barat”
Disusun oleh :
Elshe Yulita Budiawati
Akuntansi C 1
Fakultas Ekonomi Universitas Kuningan
Tahun Pelajaran 2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa penulis hanturkan, karena atas rahmat dan Hidayah-Nya penulis bisa menyelesaikan Observasi ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan pada junjunan Nabi Muhammad SAW, para keluarga, para sahabat dan orang-orang yang istiqomah di muka bumi.
Dalam makalah observasi ini, penulis memfokus pembahasan pada “Perbandingan antar harga bahan pokok sebelum kenaikan bbm dengan sesudah kenaikan bbm”, yang bertujuan untuk memenuhi salah satu nilai mata kuliah Ekonomi Mikro.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak sekali kekurangan dan kesalahan baik dari segi tulisan maupun penggunaan kata. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun demi kebaikan untuk masa yang akan datang.
Penulis,
DAFTAR ISI
Kata pengantar ……………………………………………………………………. i
Daftar isi ……………………………………………………………………………… ii
BAB I Pendahuluan………………………………………………………………………… 1
Latar Belakang Masalah ……………………………………………… 1
Rumusan Masalah ……………………………………………………… 2
Tujuan Penulis …………………………………………………………… 2
BAB II Pembahasan……………………………………………………………………….. 3
Perbandingan harga sebelum kenaikan bbm dengan setelah
kenaikan bbm ……………………………………………………………………. 3
Banyak nya peminat setelah kenaikan bbm ………………… 3
Dampak dari kenaikan harga …………………………………….. 4
BAB III Penutup……………………………………………………………………………. 5
Kesimpulan ……………………………………………………………………… 5
Dokumentasi …………………………………………………………………… 6
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Dalam pembahasan kali ini saya akan mengungkapkan fakta tentang kenaikan harga bahan pokok buah-buahan yang ada di daerah Kuningan jawabarat dengan melalui cara observasi kepada salah satu pedagang buah-buahan di sekitar jalan Siliwangi kuningan jawabarat,seorang pedagang tersebut bernama ibu Sulastri. Dalam pertemuan kali ini saya akan mengungkapkan masalah kenaikan harga dengan membedakan secara singkat tentang harga buah-buahan per kilo sebelum bbm naik dengan harga sesudah bbm naik, kemudian dengan menanyakan minat para konsumen untuk membeli buah menjadi bertambah ataukah berkurang ketika harga bbm naik dan pendapatan yang diterima oleh pedagang buah apakah ketika harga bbm naik pendapatan nya pun menjadi naik ataukah tidak,lalu jika tidak apakah ada solusinya, dengan begitu ibu sulastri akan menjawab semua pertanyaan tersebut,ternyata di daerah kuningan ini buah-buahan yang biasa kita nikmati menjadi lebih mahal harga nya dari biasanya, konon katanya harga buah naik dalam kisaran Rp.3.000 sampai Rp.4.000 perkilo,dalam peristiwa kenaikan harga ini mula nya banyak sekali masyarakat yang tidak setuju dengan kenaikan bbm ini sering kali masyarakat selalu tawar menawar kepada ibu sulastri, ibu sulastri pun kebingungan karena dari hasil perdagangan buah nya tidak mendapatkan keuntungan, dengan begitu pada awal-awal kenaikan bbm hanya sedikit saja yang membeli buah-buahan kepada ibu sulastri tetapi lambat laun masyarakat menyadari bahwa mungkin dengan adanya kenaikan bbm ini hidup kita akan lebih terarah lagi, tetapi sampai sekarang masih saja ada peminat yang selalu tawar menawar buahnya dengan harga yang relatif kecil tetapi menurut ibu sulastri yang menawar seperti itu kebanyakan orang-orang yang bisa digolongkan sebagai orang yang tidak mampu.
Ketika harga bbm naik pendapatan yang diperoleh oleh ibu sulastri pertamanya sedikit tidak seperti biasanya yang lumayan mendapatkan keuntungan tetapi kali ini setelah bbm naik agak lama ibu sulastri bisa mendapatkan keuntungan lagi jadi bahwasannya ketika harga naik maka jumlah konsumen menjadi berkurang dan pendapatan menjadi menurun tetapi kali ini ketika harga naik maka jumlah konsumen menjadi naik dan pendapatan pun menjadi naik.
Rumusan Masalah
Sebutkan perbandingan antara harga sebelum kenaikan bbm dengan setelah kenaikan bbm ?
Setelah kenaikan bbm apakah banyak peminat atau tidak ?
Apa saja dampak dari kenaikan harga ini ?
Tujuan Penulis
Mendeskripsikan perbandingan harga sebelum kenaikan bbm dengan setelah kenaikan bbm.
Menjelaskan tentang banyak nya peminat setelah kenaikan bbm.
Memberitahukan dampak dari kenaikan harga.
BAB II
PEMBAHASAN
Perbandingan harga sebelum kenaikan bbm dengan setelah kenaikan bbm.
Harga komoditas buah-buahan di Pasar Tradisional Kuningan merangkak naik. Harga buah impor maupun buah lokal semua naik di kisaran Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per kilogram.
Pedagang buah-buahan beranggapan bahwa Kenaikan harga buah sudah terasa sepekan sebelum harga BBM naik. Dengan penjelasan bahwa perbandingan antara harga sebelum bbm naik dan sesudah bbm naik ialah Harga jeruk Mandarin saat ini menjadi Rp 35.000 per kilogram atau naik sebesar Rp 3.000 dari harga asal Rp 32.000 per kilogram. Sama halnya dengan buah lokal, jeruk Medan naik menjadi Rp 34.000 perkilogram dari harga asal Rp 28.000 dan jeruk biasa sebelumnya Rp.15.000 perkilo naik menjadi Rp. 20.000 per kilo. Untuk buah apel impor harganya naik menjadi Rp 35.000 per kilo. Untuk Apel Fuji sebelumnya Rp. 40.000 per kilogram kini mencapai Rp.50.000 per kilo Sedangkan buah anggur Rp 60.000 per kilo, seperti mangga kaweni biasa dijual Rp10.000per kg naik menjadi Rp20.000 per kg, semangka tanpa biji biasa dijual Rp3000 per kg saat ini menjadi Rp5000 per kg. harga buah kelengkeng sebelum harga BBM naik bisa dijualnya seharga Rp.18.000 perkilo kini naik menjadi Rp.25.000perkilo. Sedangkan harga anggur hitam impor yang semula dijual Rp.50.000 perkilo kini melonjak jadi Rp.60.000.
Banyak nya peminat setelah kenaikan bbm.
Kenaikan harga BBM membuat orang menjadi jarang belanja buah-buahan. Hal itu berakibat jarangnya calon pembeli mengunjungi dagangannya. Adapun yang membeli, hanya mereka yang sudah menjadi pelanggan. Pedagang buah-buahan juga beranggapan bahwa jika ada orang-orang tau bahwa harga buah-buahan mahal kadang suka tidak jadi membelinya. Tetapi jika yang sudah berlangganan, mereka pasti akan mengikuti harga yang telah ditetapkan.
Dampak dari kenaikan harga.
Akibatnya, masyarakat mengurangi konsumsi buah-buahan karena harganya melambung tinggi sehingga buah-buahan yang tak terjual mengalami penurunan kwalitas hingga membusuk. Oleh karena itu, pedagang buah tidak berani membeli dalam jumlah yang banyak sebagai persediaan penjualan. Pedagang pun beranggapan bahwa menjual buah-buahan akan rugi jika dalam seminggu tidak laku karena buah yang dijual menjadi busuk. Menurut para pedagang Harga buah seiring kenaikan BBM menjadi ikut-ikutan naik, sehingga harga jualnya terpaksa kami naikkan tetapi akhirnya jualan tak laku.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dalam kenyataan di muka bumi ini masyarakat hanya ingin mendapatkan keuntungan nya saja seperti halnya dalam proses kenaikan harga jika harga naik keinginan para konsumen pun pendapatannya ingin naik tetapi barang yang diminta pun ingin banyak.
Hak Cipta @Elsheyulitab
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar